Rouf 'Azmi Teori Terbentuknya Alam Semesta | Kumpulan Makalah Perkuliahan

Wednesday, 3 October 2012

Teori Terbentuknya Alam Semesta

Oleh Afdhol Abdul Hanaf, DKK


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ilmu pengetahuan mengarahkan kita bahwa alam semesta memiliki Pencipta dan bahwa Pencipta ini sempurna dalam hal kekuasaan, kebijaksanaan, dan pengetahuan. Agamalah yang memperlihatkan jalan kita mengenal Allah. Seperti yang difirmankan Allah dalam surat An-Nahl ayat 44, yang artinya:
Dan Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr (Al-Qur’an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44)
Karena itu, ilmu pengetahuan adalah metode yang kita gunakan untuk melihat dan menyelidiki dengan baik kenyataan-kenyataan yang disebutkan oleh agama. Namun sekarang, beberapa ilmuwan yang melangkah maju atas nama ilmu pengetahuan mengambil sudut pandang yang seluruhnya berbeda. Mereka melakukan penyelidikan ilmiah dengan tidak menyiratkan ciptaan Allah. Mereka justru memberikan pemahaman ilmu pengetahuan yang ateistik dengan mengatakan bahwa mustahil menjangkau Allah melalui data ilmiah. mereka mengklaim bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua hal yang saling berbenturan.
Seluruh umat islam di dorong untuk melakukan penyelidikan ilmiah dan memberitahukan bahwa penyelidikan alam semesta merupakan metode untuk merambah ciptaan Allah. Seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Qaaf ayat 6-7yang artinya: “tidakkah mereka melihat langit di atas mereka? Bagaimana Kami membuatnya dan menghiasinya, dan tiada cacat padanya? Dan bumi Kami bentangkan, dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang tegak kuat dan Kami tumbuhkan di atasnya berbagai tanaman yang indah berpasang-pasang” (QS. Qaaf : 6-7). Pada ayat tersebut telah tergambar secara jelas bahwa kita sebagai manusia yakni sebagai khalifah Allah di muka bumi, seyogyanya melakukan penyelidikan dan penelitian ilmiah agar mampu menyingkap segala hal yang terdapat di alam semesta ini.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana teori terbentuknya alam semesta berdasarkan teori dan wahyu?
2.      Bagaimana isi alam semesta?
3.      Apa saja anggota-anggota tata surya?
4.      Bagaimana struktur matahari?
5.      Bagaimana struktur bumi?
6.      Bagaimana perjalanan manusia ke luar angkasa?
7.      Bagaimana model penanggalan Syamsiah dan Qomariah?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui teori terbentuknya alam semesta  berdasarkan teori dan wahyu.
2.      Untuk mengetahui beberapa isi alam semesta.
3.      Untuk mengetahui anggota-anggota tata surya.
4.      Untuk mengetahui struktur matahari.
5.      Untuk mengetahui struktur bumi.
6.      Untuk mengetahui perjalanan manusia ke luar angkasa.
7.      Untuk mengetahui penanggalan Syamsiah dan Qomariah.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori Terbentuknya Alam Semesta
Banyak sarjana kosmolog dari berbagai aliran sepakat bahwa kejadian alam semesta mesti melalui proses yang panjang ( evolusi )[1]. Di dalam Al-qur’an pun sudah diterangkan di dalam surat As-Sajdah : 4.
ª!$# Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tBur $yJßguZ÷t/ Îû Ïp­GÅ 5Q$­ƒr& ¢OèO 3uqtGó$# n?tã Ä¸öyèø9$# ( $tB Nä3s9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB <cÍ<ur Ÿwur ?ìÏÿx© 4 Ÿxsùr& tbr㍩.xtFs? ÇÍÈ
 “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Q.S As-Sajdah : 4)
Keterangan yang diberikan oleh Al Qur'an di atas bersesuaian dengan penemuan ilmu pengetahuan yang sudah ada. Cristian Huygens membuka tabir kerahasiaan alam semesta ini dengan membuat teropong yang jauh lebih baik daripada teropong yang dibuat oleh Galileo. Dengan teropong yang dibuatnya, beliau melihat sesuatu yang tidak pernah terlihat sebelumnya, yaitu terdapat gumpalan-gumpalan awan di langit. Gumpalan-gumpalan tersebut merupakan bahan mentah dari berbagai bintang dan planet. Konstelasi perbintangan yang ia namakan orion ini terdapat lingkaran asap yang disebut nebula belum jadi. Dalam waktu yang lama nebula tersebut akan menjadi bintang-bintang dan planet-planet.[2]
Hasil penemuan yang diungkapkan oleh Huygens ternyata sudah ada di dalam Al-Qur’an. Dalam Q.S Fusshilat ayat 11 telah disebutkan :
§NèO #uqtGó$# n<Î) Ïä!$uK¡¡9$# }Édur ×b%s{ߊ .......
Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,…” ( Q.S Fusshilat :11)
Ini menunjukkan bahwa kehidupan ini berasal dari gas hydrogen yang berasal dari dalam ruang jagad raya. Hidrogen dikenal oleh kalangan ilmuwan sebagai gas alam semesta, dan terbentuknya materi-materi dalam alam semesta seperti bintang, planet, dan lain-lain berlangsung melalui serangkaian tahap.[3]
Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan akan terciptanya alam semesta, di antaranya :

Lajut Baca: Klik Disini

Ditulis Oleh : Abdur Rouf Hari: 5:08 p.m. Kategori:

Comments
0 Comments

0 comments: