Rouf 'Azmi Kloning terhadap Manusia Menurut Islam | Kumpulan Makalah Perkuliahan

Wednesday, 5 December 2012

Kloning terhadap Manusia Menurut Islam



BAB I
PENDAHULUAN
       A.    LATAR BELAKANG
Islam merupakan jalan hidup (way of life) yang harus diikuti oleh seluruh umat Islam untuk merealisasikan seluruh kehendak Tuhan di muka bumi. Oleh karena itu, segala aktivitas umat Islam harus didasarkan pada prinsip syariat Islam yang asasi, yaitu dengan Al-Qur’an dan Hadist. Kedua asas tersebut diyakini akan tetap mampu menjawab segala tantangan zaman hingga hari kiamat.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi merupakan salah satu bukti bahwa Al-Qur’an dan Hadist, sebagai sumber utama hukum Islam, perlu diinterpretasi ulang agar tetap mampu memberikan respon terhadap problematika kehidupan yang dihadapi umat Islam saat ini. Misalnya kloning yang merupakan salah satu wacana ilmu pengetahuan mutakhir yang sulit dirujuk secara langsung kepada Al-Qur’an dan Hadist. Konsekuensinya, para fuqaha diharuskan mencari referensi alternatif untuk menjawab persoalan tersebut. Dengan menggunakan berbagai referensi yang cukup variatif, merekapun memberikan jawaban yang saling berbeda antara satu dengan yang lainnya, bahkan tidak jarang penuh dengan nuansa spekulatif.
Terkait dengan diskursus masalah kloning, Islam tidak boleh berdiam diri dan bersikap statis. Penerapan tekhnologi biologi ini memang pada mulanya hanya menyentuh ranah pengetahuan ilmiah belaka karena ia dihasilkan melalui proses (science exploration). Tetapi secara langsung maupun tidak langsung, kloning dapat saja memporak-porandakan sendi-sendi ajaran agama dan etika universal. Pada tataran ini kloning tidak saja berada pada ranah ilmu pengetahuan, tetapi lebih jauh dari itu ia telah melakukan loncatan yang cukup jauh terhadap disiplin ilmu lain seperti etika, social, ekonomi, gender, dan juga ilmu agama.
        B.     TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan makalah ini yaitu agar kita semua dapat mengetahui, memahami, dan mempelajari bagaimana hukum kloning dalam pandangan Islam dengan memperhatikan pandangan sains dan etika kehidupan.
       C.    BATASAN MASALAH
·         Pengertian Kloning
·         Sejarah Kloning
·         Macam-macam Kloning
·         Prosedur dan Mekanisme Kloning Manusia
·         Keuntungan dan Kerugian Kloning
·         Pandangan Hukum Islam Terhadap Kloning Manusia


BAB II
PEMBAHASAN

           A.    PENGERTIAN KLONING[1]
Secara etimologis, kloning berasal dari kata “clone” yang diturunkan dari bahasa Yunani “klon”, artinya potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman. Kata ini digunakan dalam dua pengertian, yaitu :
a.       Klon sel yang artinya menduplikasi sejumlah sel dari sebuah sel yang  memiliki sifat-sifat genetiknya identik. dan
b.      Klon gen atau molekular, artinya sekelompok salinan gen yang bersifat identik yang direplikasi dari satu gen dimasukkan dalam sel inang.
Sedangkan secara terminologis, kloning adalah proses pembuatan sejumlah besar sel atau molekul yang seluruhnya identik dengan sel atau molekul asalnya. Kloning dalam  bidang genetika merupakan replikasi segmen DNA tanpa melalui proses seksual. Itulah sebabnya kloning juga dikenal dengan istilah rekombinasi DNA. Rekombinasi DNA membuka peluang baru dalam terobosan teknologi untuk mengubah fungsi dan perilaku makhluk hidup sesuai dengan keinginan dan kebutuhan manusia.
Metode kloning berbeda dengan pembuahan biasa, karena sel telur tidak lagi memerlukan sel sperma untuk pembuahannya. Secara sederhana dapat disebutkan bahwa bayi “klon” dibuat dengan mempersiapkan sel telur yang sudah diambil intinya kemudian digabungkan dengan sel donor yang merupakan sel dewasa dari suatu organ tubuh. Hasil gabungan tersebut kemudian ditanamkan ke dalam rahim dan dibiarkan berkembang dalam rahim sampai lahir. 

       B.     SEJARAH KLONING
a.       Pada tahun 1962, ahli biologi Jhon Gurdon dari universitas Oxford berhasil mengkloning katak afrika selatan.
b.      Tahun 1977 Karl Illmense dan Peter Hoope berhasil mengkloning tikus dari 1 induk.
c.       Tanggal 12 Desember 2002 Clonaid sebuah perusahaan biotek AS berhasil mengkloning manusia pertama yang diberi nama Eve.
d.      Tanggal 14 februari 2003 para ilmuan Rosalin Institute dari Skotlandia mengumumkan berhasil mengkloning domba Dolly dengan dana 2,1 juta U$.[2]

Tetapi, dari 277 usaha cloning yang dilakukan terhadap sel tubuh dan sel telur, hanya 13 saja yang berhasil tumbuh. Itupun hanya Dolly saja yang berhasil terus tumbuh dan lahir dengan selamat.[3] Sedangkan sumber lain menyebutkan bahwa dari 277 usaha cloning, embrio yang berhasil terbentuk adalah sebanyak 30 buah. Dari embrio-embrio tersebut yang berhasil hidup hanya satu yaitu yang dapat hidup mencapai umur 5,5 tahun.

           C.    MACAM-MACAM KLONING[4]
Jika ditinjau dari cara kerja dan tujuan pembuatannya, kloning dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

Lanjut Baca: Klik Disini


Ditulis Oleh : Abdur Rouf Hari: 2:00 p.m. Kategori:

Comments
0 Comments

0 comments: